Rabu, 18 Agustus 2010

Coretan Yang tak Menentu

Aaaaaaaaaaaaa..... Ingin aku berteriak sekencang-kencangnya, ingin aku menjerit sekeras-kerasnya mengapa? Apa salahku...sehingga aku mengalami kejadian seperti ini...benci...benci...benc
i...!hidup segan mati pun tak mau...aku ingin sekali mengeluarkan, meumpahkan beban yang menindih perasaan hati ini....
Bro...aku tertekan...tertekan sekali...sangat tertekan...oleh tuntutan-tuntutan yang yang tak bisa kujalani...mengapa sih...orang-orang tak bisa bemahamiku sedikit saja...mengapa..???apakah mereka menganggap aku sebagai robot yang harus mengerjakan apa-apa yang semua mereka inginkan???sudah sejak lama aku pendam perasaan ini tanpa aku berbagi dengan lainnya. bukan karena sombong, bukaaan!!!sama sekali bukan...!!! aku telah kehilangan kepercayaan untuk saling berbagi pada semuanya...

Aku tulis coretan-coretan ini sesuai apa yang terlintas dalam pikiran dan benakku... aku tulis coretan-coretan ini karena....karena aku tak kuat untuk memendam beban-beban kehidupan yang bagaikan palu godam ini...tuntutan-tuntutan yang datang silih berganti, yang tak kunjung selesai, dengan segala keterbatasan ini makin membuatku terpuruk.... Tak adakah orang yang mampu mengembalikan asaku...tak adakah orang yang mengerti aku...


Terkadang aku merasa bahwa aku adalah orang termalang yang hidup di bawah kolong langit ini,....padahal kenyataannya tidak!!! Masih banyak orang yang masih lebih malang dari pada aku...

Lihatlah Catatan...untuk mengungkapkan menuliskan masalahku di atasmu saja aku enggan...dulu aku memiliki sebuah buku catatan harian untuk meruahkan rasa kepedihan dan berbagi kebahagiaan, tapi apa???...aku bakar buku catatan harian itu, ya...aku bakar..kau tau apa penyebabnya....???? aku masih tetap saja tak bisa jujur pada catatan harianku itu...takut ada seseorang yang membaca dan mencibir kisahku yang memang kebanyakan ku-isi dengan riwayat-riwayatku yang memilukan... setiap aku membuka buku itu, tiba-tiba saja kenyataan-kenyataan pahit yang aku goreskan dalam buku itu kembali menghantui memoarku...aku makin menjadi introvert saja...kalaupun toh aku bisa bermuka manis dan tertawa riang di hadapan teman-temanku, itu hanya sandiwara yang aku paksa-paksakan...sakiiit sekali ketika aku melakukannya... benar!!! aku paksa jiwa ini untuk tak menampakkan kepedihan hati ini yang sebenarnya makiun menambah pedih penderitaan batin ini...

Aku sejak kecil yang penakut, makin dikucilkan, dan setiap kali ada orang yang mencerca aku, makin penakutlah aku...aku masih ingat ketika masih kecil dulu terhadap cemoohan dan cacian yang dilontarkan oleh orang-orang sekitarku, aku rekam itu semua dengan tidak sengaja. semakin aku melupakannya, semakin kuat pula ingatan itu melekat pada memoarku...ditambah lagi kejadian-kejadian yang terjadi di pondokku yang tak mungkin aku bisa menceritakannya...itu semua lah yang menjadi beban beratku... terkadang siksaan batin lebih dahsyat daripada siksaan jasad yang kasat mata...

Aku sudah tak tahu, sesuatu apakah yang dapat menyembuhkan 'penyakit' ku ini...hanya Allah lah yang bisa aku jadikan tempat mengadu, di kala semua manusia membuat aku kecewa dan sakit hati...

Mungkin kalian mencibirku, betapa rapuhnya hatiku... memang, memang aku menyadari bahwa hatiku sangat amat rapuh sekali... tapi adakah orang yang sanggup menguatkan kerapuhan hati ini dan menyemangati kembali asaku yang telah bercerai-berai???

Untuk Hatiku yang lagi sedih.... 

0 komentar:

Posting Komentar