Rabu, 18 Agustus 2010

Dilema Kata "Sabar"

Entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa jengah dengan diriku sendiri, aku sendiri bingung mau berbuat apa...mau marah, tapi sama siapa... mau ngebanting sesuatu, nanti disuruh gantiin...Ah sudahlah...biarkan aku sendiri dengan kesepianku... aku juga heran pada diriku sendiri, mengapa aku bisa menyembunyikan perasaan kalut ini jika berhadapan dengan orang lain dan mengapa juga aku tidak pernah mau berbagi kisah ini ..??? yah meskipun di lain waktu masih kutampakkan gurat kesedihanku di hadapan mereka, sehingga mereka kadang merasa tidak nyaman dengan penampilanku yang seperti itu, Hmm.. mau bagaimana lagi...... sungguh aku merasa tersiksa dengan keadaanku ini...aku ingin merefresh pikiranku...aku ingin melepas beban berat yang kini sedang menindihku... Ya Allah tolonglah aku...
Setiap kali ada seorang teman yang menghiburku dengan perkataan "Sabar ya, Khosyi..." tapi mengapa aku malah menganggapnya hal itu adalah sesuatu yang klise, sesuatu yang biasa sehingga aku tidak merasa terhibur sedikitpun... mungkin terlalu sering aku mendengar kata sabar itu sehingga prosentase terhiburnya aku sangat kecil, bahkan aku pernah bersikap sinis dengan mereka dan ingin hati ini menonjok mukanya :( ... Maafkan aku, Sahabatku yang pernah menghiburku tetapi aku malah menjadi-jadi... sehinnga kalian menjadi marah-marah :)
Aku sudah mencoba merenungi kisah-kisah manusia kolong langit yang ujiannya jauh lebih berat dari aku... Yah (lagi-lagi) walaupun tidak seratus persen, tapi Alhamdulillah membaca kisah itu kesedihanku agak berkurang...tapi kadang2 nafsu yang melankolis ini kambuh lagi sehingga aku kembali terpuruk oleh perasaan yang tidak berperasaan ini...aku bukannya tidak tahu ayat Allah yang berbunyi :

الم () أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون () ولقد فتنا الذين من قبلهم فليعلمن الله الذين صدقوا وليعلمن الكاذبين_()ء

“Alif laaf miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan; ‘Kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 1-3). 

Aku sungguh sering membaca ayat ini, tapi entah mengapa aku belum bisa mengaplikasikannya...dan bukannya aku tidak tahu pula bahwa Allah meletakkan kata kesabaran pada lebih 90 tempat dalam Al Qur'an... aku tahu itu semua Ry, aku tahu...tapi lagi-lagi masalah klise.

dan aku pun sering mendengar hadits Rosulullah Shallallahu "alayhi wa sallam yang sabdanya :
عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له .مسلم.ء
"Sungguh menakjubkan urusan orang beriman, segala urusannya adalah baik, dan hal ini tidak dimiliki kecuali orang beriman, Jika ia mendapat kemudahan ia bersyukur, maka itu baik baginya, dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun baik baginya"(HR.Muslim)

dan juga hadits ini,

ما يصيب المسلم من نصب ولا وصب ولا هم ولا حزن ولا أذى ولا غم حتى الشوكة يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه....(متفق عليه)ء
"Tidaklah sesuatu menimpa seorang muslim berupa rasa lelah, sakit, kegundahan, sedih, gangguan (yang menyakitinya), gelisah (karena khawatir), bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah menghapus dengannya kesalahan-kesalahannya."(Muttafaq 'Alaih)
  
Memang kata sabar itu lebih mudah untuk diucapkan namun berat untuk dilakukan. Aku sudah membuktikannya, begitu mudahnya aku mengatakan kata sabar ini pada teman dan sahabatku.
terkadang teman-teman yang aku bilangi begitu juga sewot seperti aku sembari membalas "Kamu enak ngomong doang, ngelakuinnya itu lho yang sulit!"
 "Ustadz-ustadz lainnya juga ngomongnya begitu!", " Ngomong aja kamu, Syi!"
ingin rasanya saat itu aku tertawa, tertawa atas kekonyolanku...Ah, Menghibur yang membuat orang makin dongkol.
ternyata rasa itu juga ada pada dirimu wahai sahabatku... berarti aku masih normal...Alhamdulillah...
tapi seiring berjalannya waktu, semoga aku bisa memahami kalau Allah itu tidak menguji seorang hambaNya di luar kemampuannya, asal tidak terlalu mengikuti apa yang dikatakan nafsu yang selalu merasa berat untuk menerima kehendak-Nya. Amin
Semoga. 
Langkah Tercipta (UNIC)
 
Semalam aku kelukaan,
Kecewa kehampaan,
Mencalar ketabahan,
Impian seringku harapkan menjadi kenyataan
Namun tak kesampaian,

Allah…
Inginku hentikan langkah ini
Bagaikan tak mampu untuk ku bertahan
Semangat tenggelam lemah daya,
Haruskah aku mengelamun jiwa
Ku berbisik inilah dugaan

Dan langkahku kini terbuka
Pada hikmah dugaan uji keimanan
Dan dilontarkannya ujian diluar kekuatan setiap diri insan


Allah…
Pimpini diriku,
Untuk bangkit semula meneruskan langkah perjuangan ini
Cekalkan hati dan semangatku
Kurniakan ketabahan........
Agar mimpi jadi nyata..
padaMu ku meminta
Dan ku mohon agung kudratMu
Wahai Tuhan Yang Satu
Segalanya dariMu .
 
untuk diriku dan yang semisal dengan diriku. 
 
 

0 komentar:

Posting Komentar