Jumat, 27 Agustus 2010
Diposting oleh
khosieghozie
di
18.55
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 26 Agustus 2010
Apakah kita akan tetap “berperang” dengan Malaysia atau mempertahankan persaudaran besar bernama “rumpun Melayu?”
Oleh: Afriadi Sanusi*
Diposting oleh
khosieghozie
di
01.02
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Sabtu, 21 Agustus 2010
Rabu, 17 Juni 2010
Pendakian G. merbabu yang menggelikan. (Mission Failed, tapi semoga dapat pahalanya. Ameeen.)
Hmmm… mulai dari mana ya awal mula ceritanya
Pendakian G. merbabu yang menggelikan. (Mission Failed, tapi semoga dapat pahalanya. Ameeen.)
Hmmm… mulai dari mana ya awal mula ceritanya
Diposting oleh
khosieghozie
di
17.07
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Jumat, 20 Agustus 2010
Jihad terus berlangsung hingga akhir zaman
Jihad sebagai salah satu dari sekian banyak kewajiban yang difardhukan Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman, sudah menjadi keyakinan kita bahwa seluruh syari`at itu terus berlangsung dan sangat relevan,
Jihad sebagai salah satu dari sekian banyak kewajiban yang difardhukan Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman, sudah menjadi keyakinan kita bahwa seluruh syari`at itu terus berlangsung dan sangat relevan,
Diposting oleh
khosieghozie
di
19.24
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Hukum jihad
Jihad memiliki beberapa hukum :
a. Fardhu `ain (wajib bagi setiap muslim) dalam beberapa kondisi;
- ketika seorang muslim telah berada dalam barisan pasukan yang sedang menghadapi pertempuran, maka fardhu `ain bagi nya berjihad
Jihad memiliki beberapa hukum :
a. Fardhu `ain (wajib bagi setiap muslim) dalam beberapa kondisi;
- ketika seorang muslim telah berada dalam barisan pasukan yang sedang menghadapi pertempuran, maka fardhu `ain bagi nya berjihad
Diposting oleh
khosieghozie
di
19.23
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
c. Fase difardhukan jihad qital atas kaum muslim terhadap orang yang memulai memerangi mereka .
Fase ini juga bisa dinamakan dengan jihad difa` (berperang karena membela diri), yakni kaum muslim diwajibkan mengangkat senjata memasukimedan
Fase ini juga bisa dinamakan dengan jihad difa` (berperang karena membela diri), yakni kaum muslim diwajibkan mengangkat senjata memasuki
Diposting oleh
khosieghozie
di
19.20
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Fase-Fase Di Syari`atkannya Jihad
Jihad salah satu diantara ibadah yang dalam proses tasyri`nya mengikuti sunnah tadarruj (bertahap), yang dapat kita bagi menjadi 4 fase:
Jihad salah satu diantara ibadah yang dalam proses tasyri`nya mengikuti sunnah tadarruj (bertahap), yang dapat kita bagi menjadi 4 fase:
Diposting oleh
khosieghozie
di
19.17
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Opini Yang Salah Tentang Maksud "Jihad Akbar":
Ada sebuah opini yang berkembang di tengah masyarakat Islam hampir di seluruh belahan dunia Islam, bahwa jihad yang paling besar adalah jihad melawan hawa nafsu (Mujahadatun nafsi)
Ada sebuah opini yang berkembang di tengah masyarakat Islam hampir di seluruh belahan dunia Islam, bahwa jihad yang paling besar adalah jihad melawan hawa nafsu (Mujahadatun nafsi)
Diposting oleh
khosieghozie
di
19.13
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kenyataan umat Islam pada awal millennium ke-3 ini adalah sebagai umat terpinggirkan, tertindas dan terjajah hak-haknya. Hal ini menyebabkan sebagian anggota dari umat yang mempunyai ghirah agama yang tinggi berbekal dengan ilmu yang diperolehnya mencari cara yang tercepat untuk mengembalikan izzah umat,
Diposting oleh
khosieghozie
di
19.11
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
[1]. Jihad melawan diri sendiri (hawa nafsu), dan hal ini terbagi lagi menjadi empat tingkatan
- a. Berjihad dalam menuntut ilmu agama yang tidak akan ada kebahagiaan di dunia dan di akhirat kecuali dengannya. Barangsiapa yang ketinggalan ilmu agama maka dia akan sengsara di dunia dan di akhirat.
- b. Berjihad dalam mengamalkan ilmu yang dia pelajari, karena ilmu tanpa amal jika tidak memadharatkannya, minimal ilmunya tidak bermanfaat.
Diposting oleh
khosieghozie
di
18.49
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Jihad merupakan tulang punggung dan kubah Islam. Kedudukan orang-orang yang berjihad amatlah tinggi di surga, begitu juga di dunia. Mereka mulia di dunia dan di akhirat. Rasulullah adalah orang yang paling tinggi derajatnya dalam jihad. Beliau telah berjihad dalam segala bentuk dan macamnya. Beliau berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad, baik dengan hati, dakwah, keterangan (ilmu), pedang dan senjata. Semua waktu beliau hanya untuk berjihad dengan hati, lisan dan tangan beliau. Oleh karena itulah, beliau amat harum namanya (di sisi manusia-pent) dan paling mulia di sisi Allah.
Diposting oleh
khosieghozie
di
18.46
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 19 Agustus 2010
ISLAM: PEACE IN SUBMISSION
Islam means submission and is at the same time derived from the Arabic word "salam", meaning peace. It might not be understood by a non-classic Arabic speaker because of the differences in the use of the words peace and submission, especially when used in different contexts. In the word "Islam", many shades of meaning are implied. The word salam, translated as "peace", has much wider significance. It includes a sense of security, soundness, freedom from defects like in '"salim", preservation "sa'lem", deliverance like in "salama", salutation with those around us, resignation with satisfaction and no discontent, and the ordinary meaning of peace which is freedom from any jarring element. Submission to Allah in Islam brings peace on different levels beginning with the Muslim person to the whole community, or Ummah.
Islam means submission and is at the same time derived from the Arabic word "salam", meaning peace. It might not be understood by a non-classic Arabic speaker because of the differences in the use of the words peace and submission, especially when used in different contexts. In the word "Islam", many shades of meaning are implied. The word salam, translated as "peace", has much wider significance. It includes a sense of security, soundness, freedom from defects like in '"salim", preservation "sa'lem", deliverance like in "salama", salutation with those around us, resignation with satisfaction and no discontent, and the ordinary meaning of peace which is freedom from any jarring element. Submission to Allah in Islam brings peace on different levels beginning with the Muslim person to the whole community, or Ummah.
Diposting oleh
khosieghozie
di
03.00
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Rabu, 18 Agustus 2010
Sabtu, 27 Maret 2010 08:40 am
Oaaahhmmm...pagi2 dah ngantuk...gak da semangat, mau ngerjain apa juga bingung...apa ja lah... Up to me!
Benci!!! Mungkin kata itu yang tepat aku ucapkan...
Saat ini aku benci ma diriku sndiri, mengapa aku mudah hanyut dengan perasaanku yang kadang-kadang sering menjajah diriku sendiri...
Diposting oleh
khosieghozie
di
20.32
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Waktu aku kelas 2 (dua) ka-em-ie di Ponpes Al Islam dulu, (yah kalo' di luar sih setara dengan kelas dua es-em-pe), aku merasa menjadi orang yang pualing malang...betapa tidak? aku sering dijadiin sebagai bahan cemoohan ma temen2, istilahnya jadi pecundang gitu. sering dipanggil ma bagian kesantrian, bendahara ma'had, bahkan direktur pondok yang kesemua pemanggilan itu adalah hal yang berkenaan dengan sesuatu yang tidak mengenakkan hati...sampai-sampai dulu aku pernah berniat tidak ingin hidup di dunia ini karena aku ngerasa tidak ada gunanya lagi aku hidup (hehehe... melankolis ya..? itu mah dulu tapi sekarang beda.... ;-) )Kayaknya aku dulu nggak pernah merasakan kebahagiaan walau sedikitpun. Setiap hari perasaanku mesti selalu dihantui dengan perasaan was-was yang tidak pernah bisa berkompromi walau sedetikpun. perasaan itulah yang menjadikan aku rendah diri di hadapan kawan-kawan dan sejak itulah aku selalu menyendiri dan introvert dengan yang lainny. terkadang terbetik dalam hatiku untuk membalas dendam pada orang-orang yang menjadikan aku seorang pecundang, tapi apa daya tubuhku waktu itu sangatlah kecil dan aku tidak mempunyai pendukung...( eh dapet pahala nggak ya...klo berniat yang jelek tapi ngga' terlakukan seperti peristiwa ini? :-D)
Diposting oleh
khosieghozie
di
20.23
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa jengah dengan diriku sendiri, aku sendiri bingung mau berbuat apa...mau marah, tapi sama siapa... mau ngebanting sesuatu, nanti disuruh gantiin...Ah sudahlah...biarkan aku sendiri dengan kesepianku... aku juga heran pada diriku sendiri, mengapa aku bisa menyembunyikan perasaan kalut ini jika berhadapan dengan orang lain dan mengapa juga aku tidak pernah mau berbagi kisah ini ..??? yah meskipun di lain waktu masih kutampakkan gurat kesedihanku di hadapan mereka, sehingga mereka kadang merasa tidak nyaman dengan penampilanku yang seperti itu, Hmm.. mau bagaimana lagi...... sungguh aku merasa tersiksa dengan keadaanku ini...aku ingin merefresh pikiranku...aku ingin melepas beban berat yang kini sedang menindihku... Ya Allah tolonglah aku...
Diposting oleh
khosieghozie
di
20.21
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Aaaaaaaaaaaaa..... Ingin aku berteriak sekencang-kencangnya, ingin aku menjerit sekeras-kerasnya mengapa? Apa salahku...sehingga aku mengalami kejadian seperti ini...benci...benci...benc
Bro...aku tertekan...tertekan sekali...sangat tertekan...oleh tuntutan-tuntutan yang yang tak bisa kujalani...mengapa sih...orang-orang tak bisa bemahamiku sedikit saja...mengapa..???apakah mereka menganggap aku sebagai robot yang harus mengerjakan apa-apa yang semua mereka inginkan???sudah sejak lama aku pendam perasaan ini tanpa aku berbagi dengan lainnya. bukan karena sombong, bukaaan!!!sama sekali bukan...!!! aku telah kehilangan kepercayaan untuk saling berbagi pada semuanya...
Aku tulis coretan-coretan ini sesuai apa yang terlintas dalam pikiran dan benakku... aku tulis coretan-coretan ini karena....karena aku tak kuat untuk memendam beban-beban kehidupan yang bagaikan palu godam ini...tuntutan-tuntutan yang datang silih berganti, yang tak kunjung selesai, dengan segala keterbatasan ini makin membuatku terpuruk.... Tak adakah orang yang mampu mengembalikan asaku...tak adakah orang yang mengerti aku...
Diposting oleh
khosieghozie
di
20.13
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku ingin terbunuh di jalan Allah kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi kemudian terbunuh. (HR. Al Bukhari)
Mengharap dan mencari syahid adalah bentuk amalan yang paling utama. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam pun sangat berharap agar mati syahid:
Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku ingin terbunuh di jalan Allah kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi kemudian terbunuh. HR Al-Bukhari (2797).
Mengharap dan mencari syahid adalah bentuk amalan yang paling utama. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam pun sangat berharap agar mati syahid:
Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku ingin terbunuh di jalan Allah kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi kemudian terbunuh. HR Al-Bukhari (2797).
Diposting oleh
khosieghozie
di
19.11
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Komentar (Atom)














